Musuh Dalam Selimut “Teladan Bagian Dua” – Media Referensi

Media Referensi

Sumber Referensi Terpercaya

Musuh Dalam Selimut “Teladan Bagian Dua”

Apakabar sahabat referensi semua, pasti anda semua sedang menikmati hari hari yang indah, ya tentu saja pasti diantara anda sedang menikmati weekend bersama keluarga, bersama teman, bersama pasangan, emm iya dunk ini kan hari special untuk kita dimana hari untuk bertamasya bersama keluarga tercinta untuk melepaskan kelelahan dihari hari sebelumnya.

Oya sahabat pada postingan ini admin akan berbagi sedikit masih dengan kategori kisah islami dimana ini merupakan kelanjutan artikel tentang Kisah touladan bagian dua, yang berjudul “Musuh Dalam Selimut”, nah langsung saja sahabat berikut kisahnya :

Saiyidina Othman bin Affan diangkat menjadi Khalifah selepas Saiyidina Umar bin Khatab dibunuh oleh musuh dalam selimut dari golongan kaum munafik. Ketika itu keadaan masih lagi dilanda pergolakan dan keresahan. Dengan ketegasan sikap dan kebijaksanaan Saiyidina Othman suasana pemerintahan dapat dikendalikan secara aman oleh Khalifah yang berjiwa lembut itu. Ramai penganut agama lain datang berduyun-duyun masuk Islam. Salah seorang daripadanya adalah seorang pemuda Yahudi dari Yaman yang bernama Abdullah bin Saba’.

Namun ternyata Abdullah bin Saba’ mempunyai tujuan lain disebalik memeluk Islam. Ia mengharapkan Khalifah selaku penguasa negara akan memberikan kehormatan kepadanya. Maka berangkatlah Abdullah bin Saba’ ke Madinah. Ia meminta izin mengadap Khalifah. Setelah diperkenankan ia menyampaikan keinginannya agar diberi kedudukan tinggi di salah satu jabatan terpinting dalam bidang apa saja. Tetapi Saiyidina Othman menolak dan berkata “Aku hanya seorang pelayan umat. Aku diangkat menjadi Khalifah bukanlah atas keinginanku bahkan atas kesepakatan para sahabat yang lain.

Saiyidina Othman berkata lagi “Tidakkah tuan tahu bahawa jawatan bukanlah satu kehormatan tetapi merupakan satu amanah.” sambung Khalifah lagi “Apakah tuan sudah sanggup memikul amanah itu sedangkan tuan baru sahaja memeluk Islam dan lebih daripada itu tidak layak sesuatu kedudukan diminta atau diminati, kerana Allah jualah yang memberi atau mencabut kedudukan seseorang”

Abdullah bin Saba’ keluar dengan perasaan gelap. Ia telah bersusah memeluk Islam dan kemudian menempuh perjalanan yang jauh dengan harapan untuk memperolehi sanjungan dan mendapat jawatan tinggi, tetapi ternyata hanya memperolehi nasihat dan teguran. Semenjak dari itu Abdullah bin Saba’ menyimpan dendam kepada Khalifah, umat Islam dan agama Islam. Ia bertekad untuk membinasakan umat Islam dan mengacaukan ajarannya.

Maka Abdullah bin Saba’ berkeliling kemana-mana dan berbisik-bisik sambil menabur fitnah kepada orang ramai dengan berkata bahawa pewaris dan Khalifah yang sah adalah Saiyidina Ali bin Abi Thalib. Sebahagian daripada mesyarakat telah terpengaruh dengan hasutan tersebut sehingga mereka menubuhkan kumpulan yang dipanggil Syiah Saba’iyah yakni kaum Syiah sekarang.

Bagitu busuknya fitnah yang disebarkan oleh Abdullah bin Saba’ sehingga ia berani berkata “Sesungguhnya yang menjadi Nabi pilihan Allah adalah Ali bin Abi Thalib. Hanya kebetulan pada ketika itu malaikat Jibrail sedang mengantuk sehingga wahyu Allah diberikan kepada Muhammad iaitu orang yang tidak berhak.

Mendengar khabar beracun seperti itu Saiyidina Ali bin Abi Thalib sangat marah dan tatkala beliau diangkat menjadi Khalifah keempat menggantikan Khalifah Saiyidina Othman bin Affan atas perintahnya Abdullah bin Saba’ diusir dari Madinah.

Begitulah kisah touladan yang berjudul Musuh dalam Selimut, semoga bisa menjadi bahan motivasi buan kita semua. Wassalam

33 Comments

Add a Comment
  1. wahy wic

    artikel menarik sekali, fitnah memang kejam.
    apalagi kalau dikatakan Jibril mengantuk dan salah memberikan Wahyu.
    hadeuh….

    1. Muhammad Mukhlis

      betul sekali mbak wahy, fitnah memang sangat sangat kejam apalagi fitnah yang disebarkan oleh Abdullah bin Saba pada kisah ini 🙁

  2. Reza Rizal

    Artikel nya sangat menarik gan,Membuat Saya Untuk kembali untuk ke blog ini 😀
    Terus Berkarya gan 🙂

    1. Muhammad Mukhlis

      terimakasih mas reza, salam hangat dan sukses, saya selalu menunggu anda mas, karena sy akan buat kejutan e mas 🙂 wkwkwkw

  3. Mysweet Ladyluck

    Dari cerita tsb, sejak baheula, kekhalifahan mjd rebutan bagi org2 yg munafik, dg intrik musuh dlm selimut dan fitnah bahkan membunuh utk menggulingkannya.

    Dan dendam itupun tetap tertanam hingga sekarang … #syiah.

    Saya sll tertarik dg Kisah Tauladan Islami, ditunggu kisah berikutnya. Terimakasih.

    1. Muhammad Mukhlis

      hehe, terimakasih mbak my sweety, haha siip mbak akan saya posting di artikel selanjutnya 🙂

  4. Fitnah golongan syiah terus berlanjut hingga sekarang sehingga muncul golongan syiah

    1. Muhammad Mukhlis

      betul sekali mas sugi dari zaman hingga sampai hari ini syiah terus mencoba memfitnah islam 🙁

  5. Bagus nih blog

    1. Muhammad Mukhlis

      Haha jelas mas 🙂

  6. Arizuna Zukirama

    Di pemerintahan jaman sekarang juga banyak musuh dalam selimut. Bukan hanya di pemerintahan, di lingkungan pertemanan juga ada… Pura-pura baik padahal tidak baik…

    1. Muhammad Mukhlis

      uitu yang mesti kita waspadai mas ari, karena kejahatan dilakukan bukan karena ada niat, karena adanya kesempatan, maka dari itu waspadalah waspadalah 🙂

  7. Moga artikelnya bisa jd ladang pahala utk semua 🙂

    1. Muhammad Mukhlis

      amin mas 🙂

  8. sangat bermanfaat sekali pak artikel tentang Musuh dalam Selimut… semoga menjadi pembelajaran bagi kita semuanya … 🙂

    1. Muhammad Mukhlis

      hehe, terimaksih mas eka, semoga bisa menjadi motivasi juga buat muslim mas 🙂

  9. Wong Crewchild

    musuh dalam selimut sangat berbahaya..
    kisah sahabat ini menambah wawasan sejarah awal Islam di tanah arab

    1. Muhammad Mukhlis

      betul mas wong, seperti di jelaskan sahabat arizuma, dijaman sekarang juga banyak musuh dalam selimut, inilah yang mesti kita waspadi 🙂

  10. Musuh dalam selimut memang sangat berbahaya dari 1000 musuh yang nyata

    1. Muhammad Mukhlis

      ini yang membuat saya cemas mbak 🙁

  11. saya baru tau ceritannya seperti ini mas. mohan referensinya mas.
    makasih sekali mas sudah berbagi ceritanya

    1. Muhammad Mukhlis

      alhamdulilah kang, semoga bermanfaat dan menjadi motivasi 🙂

  12. Evrina Budiastuti

    musuh dalam selimut selalu menyesakkan, apalagi kalau teman sendiri

    1. Muhammad Mukhlis

      iya mas, banyak mas, seperti di tempat sya, padahal kawan dah lama,satu rekan kerja sampe sampe istrinya yang jadi selingkuhan 🙂

  13. alhamdulilah dapet ilmu agama dalam bentuk cerita mampir ke sini 🙂

    1. Muhammad Mukhlis

      alhamdulillah mbak, terimakasih banyak 🙂

  14. Ibrahim M.Pd.I

    Musuh dalam selimut itu ndak nampak ya mas, seperti menggunting dalam lipatan 😀

    1. Muhammad Mukhlis

      haha, betul sekali mas ibrahim, dan juga biasanya musuh dalam selimut juga seperti api dalam sekam mas 🙂

  15. Musuh dalam selimut,,,bagai duri dalam daging ya mas,,,

    1. Muhammad Mukhlis

      betul sekali mas wahab, untuk itu harus hati berhati mas 🙂

  16. Rama Banten RB

    kalau ga salah musuh dalam selimut itu bantal iya pak.. hehe.. sangat bermanfa'at sekali artikelnya dan abah pun membacanya sambil merenungkannya..

    1. Muhammad Mukhlis

      haha, bantal guling x abah yang setia menemani disaat kedinginan, wkwkwkw

  17. Superb post however , I was wanting to know if you could write a
    litte more on this topic? I’d be very grateful if you could elaborate a little bit
    more. Kudos!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2015 - 2017 Media Referensi All Right Reserved Frontier Theme